Pelayanan PLN Disorot, Keterlambatan Penyambungan Listrik Dinilai Hambat Ekonomi Rakyat
AFAJARNEWS.ID- Pelayanan PLN Disorot, Keterlambatan Penyambungan Listrik Dinilai Hambat Ekonomi Rakyat
Kinerja PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan, khususnya dalam aspek pelayanan distribusi kepada pelanggan. Sejumlah keluhan muncul terkait keterlambatan pemasangan listrik baru akibat ketiadaan material seperti kabel Saluran Rumah (SR) dan kWh meter.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang peran vital dalam penyediaan energi listrik nasional, PLN seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin ketersediaan layanan dasar bagi masyarakat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Ketua Satria Kota Cirebon menyampaikan bahwa pelayanan PLN saat ini dinilai belum maksimal dan cenderung tidak sejalan dengan arahan pemerintah pusat. “Presiden sudah jelas menekankan bahwa pelayanan kepada rakyat harus diutamakan. Tapi faktanya, masih banyak calon pelanggan yang belum terpasang kWh meter dengan alasan klasik, seperti kabel SR atau meteran tidak tersedia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya pelanggan yang telah membayar biaya penyambungan, namun harus menunggu lebih dari dua minggu tanpa kepastian penyalaan listrik. Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
“Banyak dari mereka adalah pelaku UMKM—pemilik toko, kios, bengkel—yang sangat bergantung pada listrik untuk menjalankan usahanya. Kalau listrik saja terlambat, otomatis aktivitas ekonomi mereka ikut terhambat,” tambahnya.
Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi mengganggu target pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang tentu membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang optimal, termasuk listrik.
Menurutnya, jika persoalan distribusi material dan pengadaan peralatan seperti gardu serta jaringan tidak segera dibenahi, maka akan muncul persepsi negatif di tengah masyarakat. “Jangan sampai PLN terkesan hanya berorientasi pada pemasukan, tetapi abai terhadap kualitas pelayanan,” tegasnya.
Ia berharap PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada sistem distribusi dan pengawasan di tingkat operasional. Percepatan pelayanan dinilai menjadi kunci agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.
“Harapan kita sederhana: pelayanan cepat, tidak berbelit, dan tidak ada lagi alasan klasik yang terus berulang,” pungkasnya.
REDAKSI
